SPLIT (2017)

Sutradara : M. Night Shyamalan
Produser : Jason Blum, M. Night Shyamalan, Marc Bienstock
Penulis Naskah : M. Night Shyamalan
Pemain : James McAvoy, Anya Taylor-Joy, Betty Buckley, Jessica Sula, Haley Lu Richardson, Brad William Henke, Kim Director, Sterling K. Brown, Sebastian Arcelus, Neal Huff
Jika kalian mengenal M. Night Shyamalan maka kalian tahu dia adalah otak dibalik twist ending mencengangkan berbagai film seperti The Sixth Sense, Unbreakable, dan The Village, namun kegagalan adaptasi The Last Airbender dan After Earth juga hasil pemikirannya juga. Ya, artinya jelas bahwa dia memang tidak ditakdirkan untuk menangani film blockbuster dan benar saja ketika 2 tahun lalu ia kembali kejalur film yang semestinya ia garap lewat film The Visit, ia berhasil mendapatkan respon baik dari penonton, dan awal tahun ini beliau merilis Split yang kembali dengan genre yang membesarkan namanya, Thriller. Tentu kita pasti bisa menebaknya hasil akhir yang didapatnya. Ya, benar Split adalah sajian "kembali pulang" yang sebenarnya tampil baik walau tak bisa sepenuhnya menutupi kesalahan besar yang dibuatnya.
Kisah bermula mengenai Casey (Anya Taylor-Joy) yang berniat pulang setelah mendatangi pesta ulang tahun temannya, Claire (Haley Lu Richardson) namun karena mobilnya yang mogok akhirnya dia diantarkan pulang oleh ayahnya Claire, Mr. Benoit (Neal Huff). Casey, Claire dan temannya, Marcia (Jessica Sula)-pun segera memasuki mobil sementara ayahnya Claire yang sedang memasukkan beberapa barang dan makanan dibagasi dikejutkan dengan serangan seseorang dan kemudian orang misterius tadi itu masuk mobil dan menculik 3 remaja tadi. Mereka bertiga dibawa oleh orang misterius yang diketahui bernama Kevin kedalam suatu tempat persembunyian miliknya dan diketahuilah bahwa orang yang menculik mereka ini menderita Dissociative identity disorder (DID) / gangguan kepribadian ganda yangmana Kevin mempunyai 23 kepribadian.

Sekilas membahas premis cerita diatas tentunya akan sangat menarik dengan eksposisi mengenai "kisah manusia dengan 23 kepribadian" dan terlebih lagi kisah ini dituturkan oleh M. Night Shyamalan yang kita tahu bahwa materi seperti inilah yang menjadi mainannya selama ini. Split menghadirkan kisah menarik tersebut dengan cukup bagus dimana banyak hal yang sebenarnya bisa diangkat dari tema yang diangkatnya. M. Night Shyamalan berhasil menuturkan kisah bertemakan kepribadian ganda ini menjadi sajian yang berbobot dan tentunya menarik lewat ungkapan-ungkapan bertemakan psikologi yang jauh dari menjemukan karena apa yang disampaikan memang cukup sederhana walaupun tentunya akan sedikit berbeda jika kita melakukan riset medis tentang kejiwaan kepada psikiater. Banyak hal yang bisa kita dapatkan saat scene antara Kevin (or another side from him) berbicara dengan Dr. Fletcher (Betty Buckley) yang menjadikan pembicaraan keduanya terasa intim layaknya pembicaraan konseling antara penderita gangguan jiwa dengan sang psikiater yang terlihat real dan natural.
Dengan unsur thriller yang diusungnya, Split juga mampu menghantarkan sebuah film yang terus memberi kita banyak clue untuk memecahkan misteri sebenarnya yang dibawa film ini dalam bentuk misteri mengenai keberadaan "Beast" sebagai kepribadian ke-24 dari Kevin. Ya unsur thriller-nya memang tidak terlalu sering diberikan karena harus berbagi dengan dengan plot berunsur psychological yang ditampilkan dalam bentuk terapi konseling Kevin dengan Dr. Fletcher. Tapi tetap saja walaupun harus berdampingan dengan plot lain, unsur thriller tetap mampu terjaga dengan baik serta dibantu juga berkat sinematografi neon dari Mike Gioulakis dengan banyak menyorot gelap dan sempitnya lorong-lorong bawah tanah yang tentunya mampu menambah unsur ketidak nyamanan yang dibawanya. Sayangnya intensitas yang dibangun dengan baik itu hanya berlaku setidaknya diawal sampai mendekati pertengahan film saja.

Diparuh pertengahan film intensitas thrill yang telah dibangun seperti hilang tanpa bekas yang membuat unsur ketegangan yang telah dibangun dengan baik diawal menurun dan jelas penyebabnya adalah karena skrip cerita yang ditulis oleh M. Night Shyamalan ini terlalu ingin banyak bercerita dengan mengangkat beberapa plot sehingga terjadi inkonsistensi dalam mengeluarkan rasa dalam bercerita. Fokus cerita pada plot utama dan plot sampingannya sebenarnya sudah jelas, namun yang kurang adalah mengenai "rasa" yang dibawakan oleh plot tersebut. Rasa yang dimaksud disini berupa intensitas sehingga hilangnya intensitas harus dibayar mahal oleh film ini pada pertengahan film sehingga film bergulir secara monoton dari scene satu ke scene lain tanpa adanya intensitas. Beruntungnya menjelang bagian ending, intensitas berhasil dinaikkan lagi berkat aksi kejar-kejaran antara Chasey dengan Kevin (or another side from him) dan terungkapnya nyata atau tidaknya mengenai sosok "Beast" itu sendiri.
Berbicara twist ending yang seolah menjadi trademark dari film-film arahan M. Night Shyamalan maka Split ini bisa dibilang lumayan-lah ketimbang karya-karyanya sebelumnya karena Split ini lebih bermain dengan clue-clue yang ada dan jika diibaratkan adalah seperti merangkai kepingan sebuah puzzle menjadikannya utuh lagi, bedanya jika dipuzzle kita mengetahui gambaran awal mengenai apa yang akan disatukan, maka di Split ini kita tidak mengetahui gambaran awalnya sehingga ketika semua rangkaian sudah terbentuk akan tetap muncul sebuah rasa terkejut "oh gitu ya". Daripada membahas mengenai twist ending-nya, saya justru tertarik membahas tokoh utamanya, yaitu Kevin.
Kevin yang mempunyai 23 kepribadian ganda ini menurut saya adalah keberhasilan terbaik yang berhasil diciptakan oleh M. Night Shyamalan selama ini. Kita tentu tahu betapa gilanya twist ending difilm The Sixth Sense, tapi kemunculan karakter ini jauh lebih gila ketimbang apa yang dipersembahkannya di The Sixth Sense. Terdapat banyak karakter yang menghinggap dalam tubuh seorang Kevin, mulai dari beragam sifat dan perilaku seperti :Denis, Patricia, Barry, dan tentunya Hedwig. Tentunya keberhasilan dari tokoh ini tak terlepas dari sang pemerannya, James McAvoy.

James McAvoy yang berperan sebagai Kevin telah memberikan akting terbaiknya selama ini lewat berbagai macam ekspresi yang mampu ia buatnya dan juga transisi pergantian karakter dari 1 karakter ke karakter lain terasa halus dan tidak terasa dragging. Applause harus diberikan kepadanya karena memang tidak mudah untuk melakukan transisi karakter dan ekspresi dengan jangka waktu yang cukup cepat dan ia telah memberikannya dengan baik disini, disamping itu ada juga newcomer yang terkenal lewat film The Witch, Anya Taylor-Joy yang berperan baik sebagai Chasey. Karakternya terasa natural sekali menggambarkan seseorang yang penyendiri dan dingin akibat dari masa lalunya serta rasa despair akibat menjadi korban penculikan. Sementara Jessica Sula dan Haley Lu Richardson, diluar penampilannya yang pastinya cukup menyegarkan mata, ternyata bermain dengan cukup baik untuk ukuran calon korban yang nantinya juga pasti terbunuh.
Jika ditilik secara keseluruhan Split adalah sebuah sajian thriller psychological yang tampil dengan materi cerita yang sebenarnya mampu dieksekusi baik diawalnya, lalu melempem dipertengahan, dan meledak-ledak diakhir filmnya. Untungnya hal lainnya seperti development tokoh utamanya yang dilakukan dengan sangat baik dan juga konseling kejiwaan yang setidaknya membawa unsur menarik yang mampu menyelamatkan film ini dari kegagalan. Sebuah kemunduran sedikit dari karya sebelumnya, The Visit namun tetap sebuah sajian yang lumayan memuaskan dari seorang M. Night Shyamalan yang mulai mendapatkan eksistensi lagi dari sineas maupun penontonnya tersebut. Kemunculan salah satu tokoh dari film lain pada ending film jelas menyiratkan apakah film itu akan dibuatkan sekuelnya. Kita tunggu saja

Komentar
Posting Komentar