POWER RANGERS (2017)

806211

Sutradara : Dean Israelite

Produser : Haim Saban, Brian Casentini, Marty Bowen, Wyck Godfrey

Penulis Naskah : John Gatins

Pemain : Dacre Montgomery, Naomi Scott, RJ Cyler, Becky G, Ludi Lin, Bill Hader, Bryan Cranston, Elizabeth Banks



Tentunya bagi anak - anak kelahiran 90an pasti tak asing dengan cerita 5 pahlawan bertopeng yang membasmi kejahatan dari para penjahat yang mencoba menguasai dunia. Yap, itu adalah Power Rangers. Tapi jika biasanya kita menyaksikannya dalam tampilan serial tv maka kini Lionsgate menggandeng sutradara Dean Israelite mencoba menghidupkan kembali saga Power Rangers dan membawanya ke tingkat yang agak prestis lewat media film. Meskipun diwarnai beberapa penolakan terkait beberapa hal tapi pada akhirnya Power Rangers akhirnya tetap ditayangkan, dan beruntungnya hasil yang diberikan, yah cukuplah untuk saga yang ceritanya tergolong childish ini.

Sekelompok remaja yang bertempat di Angel Grove : Jason Scoot / Ranger Merah, Kimberly Hart / Ranger Pink, Billy Cranston / Ranger Biru, Trini Kwan / Ranger Kuning, dan Zack Taylor / Ranger Hitam dipertemukan dalam sebuah momen yang kurang mengenakkan ketika mereka sedang berada diarea tambang terlarang. Seperti ditakdirkan, akhirnya mereka berlima menemukan power koin yang sepertinya memilih mereka untuk dijadikan sebagai Power Rangers sekaligus pelindung bumi dari ancaman yang datang dari Rita Repulsa yang ingin menghancurkan dunia.

v1_4

Saat pertama membaca plot ceritanya, kesan klise memang tidak bisa dihindarkan lagi, tapi itu bukan berarti apa yang dipersembahkan oleh film ini adalah sebuah presentasi yang jelek. Pandangan umum ceritanya memang tergolong sama dengan yang diperlihatkan oleh seri - seri Power Rangers yang kita lihat di tv lantas apa pembeda yang diberikan Film ini dengan versi tv-nya. Pembedanya adalah film ini memberi proses yang dalam tentang pembentukan rangers itu sendiri. Naskah arahan dari John Gatins tidak pernah mencoba untuk menjauhkan diri dari kesan klise yang seperti sudah menjadi trademark dan oleh karena itu ketimbang bermain - main dengan plot yang kompleks, apa yang kita dapatkan adalah pendalaman dari 5 anggota Rangers itu sendiri.

Kisah origin tiap anggota Power Rangers yang diisi oleh 5 anak remaja inilah yang dipertontonkan kepada penontonnya selama 1 jam lebih adalah menyorot kehidupan para 5 remaja dengan problematika kehidupan remaja yang memang kental akan unsur kebebasan dan pencarian jati diri. Konflik sederhana mulai dari kenakalan remaja, pembully-an, sampai orientasi seksual cukup digali disini dan kehadirannya bukan sekedar tempelan namun juga sebagai bentuk kepedulian terciptanya pendalaman antar tiap karakternya satu sama lain. Tiap karakter-nya pun mempunyai karakter yang berbeda dan sifat yang berbeda satu sama lain, dan begitu mereka dipersatukan pastinya akan ada banyak hal yang terjadinya. Disinilah proses terbentuknya 5 kesatuan berbeda ini menjadi sebuah tim kesatuan yang mengesampingkan ego masing - masing dan mencoba untuk melengkapi satu sama lain.

v1

Proses perubahan yang ditempuh oleh 5 remaja ini untuk menjadi seorang Rangers-pun tidak luput dilupakan. Meski apa yang diberikan cenderung klise namun setidaknya memberikan sebuah proses dan tidak sepraktis seperti yang diperlihatkan di seri televisi-nya. Ada sebuah rasa disini ketika melihat perjuangan mereka menjadi pahlawan bertopeng yang benar - benar memulai sesuatu mulai dari nol saat mereka hanya remaja nakal dan (mungkin) aneh menjadi remaja dengan perilaku lebih baik. Untungnya proses transisi para remaja menjadi rangers ini tidak berlangsung terlalu mendramatisir dan diisi dengan berbagai macam momen lucu yang tercipta berkat celetukan - celetukan yang keluar dari tiap karakternya.

Proses yang dialami oleh tiap anggota-nya untuk berubah menjadi Rangers memang cukup lama sekali diperlihatkan sehingga kesan mengecewakan mungkin akan dirasakan bagi beberapa penontonnya yang kebanyakan anak - anak yang pastinya mengharapkan banyak aksi dari para Rangers, dan akhirnya setelah menunggu cukup lama tiba saatnya ketika 5 remaja itu berubah menjadi Power Rangers. Momen kemunculan Power Rangers ini benar - benar membuat saya seperti anak kecil yang kegirangan apalagi kemudian muncul soundtrack Go Go Power Rangers yang sayangnya hanya muncul beberapa detik saja.

v1_6

Transisi yang baik pada pendalaman karakter-nya sayangnya kurang diiringi dengan sequence action yang baik. 20 menit akhir yang seharusnya menjadi ajang untuk mengerahkan seluruh bagian terbaik dan menjadi ajang mengerahkan kekuatan dari para Rangers nyatanya tidak berakhir dengan maksimal karena kurangnya kemampuan Dean Israelite untuk merangkai sequence action yang keren dan fun, sehingga berakhir dengan banyaknya ledakan dan kehancuran masiv khas movie blockbuster yang minim substansi, padahal momen kemunculan Robot Megazord bisa menjadi momen yang keren tapi bagaimana lagi, itupun belum ditambah dengan kekalahan dari sang musuhnya yang entah kenapa terlalu bodoh dan konyol bahkan untuk ukuran blockbuster sekalipun.

Jajaran cast-nya bermain cukup apik sesuai porsi karakter yang diberikan, mulai dari Dacre Montgomery, Naomi Scott, Becky G, Ludi Lin, dan tentunya RJ Cyler yang selama berjalannya film banyak mencuri perhatian berkat karakternya yang banyak celoteh dan gesturnya yang banyak mengundang tawa, lalu terakhir ada Elizabeth Banks sebagai villain utamanya, Rita Repulsa yang sebenarnya bermain apik diawal kemunculannya yang benar - benar memunculkan kesan berbahaya  dan sangar namun semakin berjalannya durasi penampilannya semakin terdistraksi karena tertutup dengan karakteristiknya yang aneh dibalik balutan pakaian dan tata rias yang juga sama anehnya.

Finally ternyata Power Rangers tidak benar - benar seburuk apa yang dikata karena kenyataannya film ini mampu memberi kita sajian tentang terbentuknya 5 pahlawan bertopeng bernama Power Rangers yang dirangkai dengan pendalaman karakternya yang kuat, namun sayangnya action sequence yang terlalu sedikit dan terlampau biasa menghalangi film ini untuk tampil lebih. Ya, film ini bagus dari cerita tapi buruk dalam merangkai adegan action selaku klimaks pada endingnya.

1490848900020

 

 

 

Komentar

Postingan Populer