LA LA LAND (2017)

 

1487443455748

 

Sutradara: Damien Chazelle

Produser: Fred Berger, Gary Gilbert, Jordan Horowitz, Marc E. Platt

Penulis Naskah: Damien Chazelle

Pemain: Emma Stone, Ryan Gosling, Rosemarie DeWitt, John Legend, J.K. Simmons, Finn Wittrock, Sonoya Mizuno, Meagen Fay, Jessica Rothe, Jason Fuchs, Callie Hernandez



Damien Chazelle dan film bertemakan musik memang seperti dua hal yang tidak dapat dipisahkan. 3 tahun lalu film perdananya, "Whiplash" dirilis dengan mengangkat cerita mengenai perjuangan drummer jazz demi menjadi drummer hebat, dan 3 tahun berlalu ia-pun datang lagi dengan sebuah film dengan nuansa musik yang kental pada karya keduanya. Masih dengan mengangkat film dengan nuansa yang sama, namun kali ini ia bermain dengan drama musical yang mengangkat kehidupan 2 insan manusia dengan impian, idealisme, perjuangan, dan cinta yang digabungkan menjadi sebuah film bernamakan La La Land.

La La Land bercerita mengenai perjuangan dari Mia (Emma Stone), yang bekerja disebuah toko kue, ia mempunyai impian untuk menjadi aktris terkenal dan untuk bisa mewujudkannya dia-pun sering mengikuti casting beberapa film. Lain lagi dengan Sebastian (Ryan Gosling) yang bekerja sebagai pianist disebuah restaurant yang sejak dahulu berkeinginan untuk mendirikan klub jazz, tanpa sengaja Mia dan Sebastian selalu dipertemukan dalam berbagai keadaan yang tak diduga sebelumnya. Pertemuan demi pertemuan tersebut telah menjadikan mereka dekat, seketika itulah timbul cinta antar keduanya dan mereka-pun saling menyemangati satu sama lain untuk meraih cita-cita dan keinginannya masing-masing tanpa mereka tahu bahwa banyak halangan yang siap menerpa impian dan juga hubungan percintaan mereka.

Sedari dulu sebenarnya saya tidak pernah tertarik sama sekali dengan film berbau musikal, tapi entah kenapa saat pertama kali melihat trailer film ini semuanya menjadi luntur dan benar saja ketika menonton secara penuh La La Land saya benar-benar terpukau hebat oleh apa yang diberikan oleh Damien Chazelle. Adegan musikal "Another Day Of The Sun" pada intro film menjadi awalan yang bagus dengan segala pernak-pernik warna-warni tarian dan nyanyian berhasil dibawakan secara meriah dan atraktif disini.

gallery-1468611149-ryan-gosling-emma-stone

Kemudian kita diperkenalkan dengan kedua tokoh yang akan menjadi sumber cerita yaitu Mia dan Sebastian. 2 karakter yang berbeda tapi mempunyai satu kesamaan yaitu impian. Mia ingin menjadi seorang aktris dan Sebastian ingin mendirikan sebuah klub Jazz, pertemuan keduanya yang tak terelakkan antar keduanya-lah yang pada akhirnya menimbulkan benih-benih cinta satu sama lain. Proses penyatuan kedua insan ini sebenarnya dihadirkan selayaknya drama romance kebanyakan yang pertemuan awalnya kurang baik lalu pertemuan tidak sengaja yang (anehnya) selalu terjadi terus menerus-sampai akhirnya terjadi pendekatan satu sama lain, tapi yang membedakannya adalah sentuhan musikal yang diberikan oleh Damien Chazelle.

Ya, beda. Karena memang pengemasan adegan musical yang dibangun dengan sangat apik disini, tengok saja scene Mia dan Sebastian menyanyikan lagu "A Lovely Night" dengan background kota LA yang sangat indah didukung juga oleh sinematografi elegan dengan warna violet klasik arahan Linus Sandgren dan juga kamera yang dinamis mengikuti pergerakan koreo yang sama ciamik-nya diperagakan oleh Emma Stone dan Ryan Gosling, semua itu bisa terekam dengan manis selayaknya dengan timbulnya rasa kasmaran antar 2 sejoli yang mulai tumbuh rasa untuk saling mencintai. That moment is too sweet to be forgotten

Hal teknis seperti penempatan set, pakaian, sinematografi, dan kamera-lah yang mampu bersinergi satu sama lain untuk menciptakan banyak scene musical yang memorable dan applause besar harus diberikan kepada Damien Chazelle dan kru-kru filmnya. Lebih hebatnya lagi adalah semua adegan musical dalam film ini berhasil sekali membuat diri ini terkagum-kagum melihatnya serta jangan lupakan juga music gubahan Justin Hurwitz juga mampu menghasilkan lagu-lagu pengantar film yang juga sama baiknya.

Diluar dugaan juga ternyata Chazelle juga memberi suntikan komedi yang meskipun porsinya cukup minim namun mampu mencairkan suasana selama berjalannya film.

Layaknya "Whiplash", Damien Chazelle yang juga berperan sebagai penulis naskah La La Land juga mengisi film dengan suatu perjuangan yang dinamakan dengan "Idealisme". Suatu perjuangan yang dibawa dengan berat oleh kedua tokoh difilm ini, Mia dengan idealisme-nya sendiri dan begitu pula dengan Sebastian. Idealisme yang mereka junjung-pun harus menemui banyak batu sandungan sehingga mulai merenggangkan hubungan mereka, mulai dari Sebastian yang mulai mempertanyakan idealisme-nya terhadap music jazz murni ataupun hilangnya rasa ketertarikan Mia untuk menjadi aktris. Hilangnya Idealisme yang mereka bawa jelas bukanlah suatu hal yang salah karena didalam kehidupan terkadang apa yang kita harapkan tidak selalu apa yang kita harapkan, karena itulah kita mendengar sebuah ungkapan " Janganlah berharap terlalu tinggi terhadap suatu hal, karena jika tidak bisa mendapatkannya maka kekecewa'an beratlah yang akan didapatkan".

008cbe80-c243-11e6-85ca-af9aaf7b4630_ryan-gosling-la-la-land-jpg-cf

Dan akan ada pula saatnya ketika apa yang kita pegang teguh mendapatkan banyak terpa'an, seketika itulah timbul pilihan apakah kita akan terus berpegang teguh dengan keyakinan kita atau kita melepaskan genggaman yang kita pegang selama ini". Tentunya jawaban itu tergantung tiap individu masing-masing, tapi dalam fase inilah Damien Chazelle memberi kita pelajaran bahwa sebesar apapun terpaan, cobaan yang menghalangi keberhasilan kita, jika pada dasarnya kita mau berjuang dan berdedikasi tinggi terhadap apa yang kita inginkan maka hal itu pasti akan dapat kita raih walaupun dengan mengorbankan apapun yang kita punyai, entah saat ini atau yang akan datang.

Dari jajaran cast-nya, Emma Stone yang berperan sebagai Mia bermain dengan baik lewat reflek emosinya yang baik dan juga menampilkan gimik muka yang mampu "berbicara" berkat close up kamera yang mengarah padanya ditambah suara merdu dan koreo tarian yang ia tampilkan jelas menambah nilai plus dari acting-nya, begitupula dengan Ryan Gosling sebagai Sebastian juga berperan baik, entah itu saat menyanyi, gerak-geriknya saat melantunkan piano ataupun letupan emosinya, yang lebih penting keputusan untuk memasangkan Ryan dan Emma adalah hal yang tepat, selain karena keduanya sering disandingkan bersama dibeberapa film tapi juga karena chemistry yang semakin kuat yang dijalin keduanya. Untuk cast lain semacam J.K.Simmons dan John Legend-pun tidak terlalu signifikan banget karena screentime mereka yang lebih tepat disebut cameo ketimbang karakter pendamping, karena basicly La La Land memang ditujukan sebagai show-off yang perfect bagi Ryan Gosling dan Emma Stone untuk menunjukkan kemampuan akting terbaiknya.
Finally La La Land adalah film drama musical yang mampu membuat penontonnya senang, gembira, sedih, terharu, bangga terutama para penggemar film musical dan music jazz karena tribute yang telah diberikan oleh Damien Chazelle serta bentuk pesan moral darinya mengenai cita-cita, impian, idealisme, dan dedikasi seseorang yang ia berhasil sampaikan sangat baik, so jangan heran kalo di Oscar 2017 nanti, La La Land bisa meraih banyak award karena dari banyak aspek memang La La Land telah menjuarai segala aspek penting dari sebuah film itu sendiri.

1487443412653

Komentar

Postingan Populer